Analisa terhadap Rekonstruksi Mitos Asal-Usul Telaga Sarangan
Diferensiasi Tema “Daerahku, Kebanggaanku” pada Pembelajaran IPAS Kelas 5 di MI Al Makmur Sarangan
Keywords:
Mitos, Telaga Sarangan, IPSAbstract
Penelitian ini menganalisis rekonstruksi mitos asal-usul Telaga Sarangan yang dilakukan Sanggar Seni Wukir Kademangan bekerja sama dengan MI Sarangan. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang dikombinasikan dengan analisis hermeneutik dan fungsionalisme budaya, penelitian ini mengungkap bahwa mitos tidak sekadar cerita rakyat, melainkan sarana pedagogis yang mewariskan nilai moral, spiritual, dan ekologis. Rekonstruksi mengubah narasi dari ambiguitas moral menjadi kisah yang menekankan pengorbanan, kepatuhan, dan kesadaran ekologis. Nilai-nilai tersebut dikaitkan dalam pendidikan dasar melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, sehingga peserta didik dapat menginternalisasi pembentukan karakter berakar pada kearifan lokal. Temuan ini menegaskan relevansi pedagogis mitos yang abadi sebagai jembatan antara kesadaran spiritual dan praktik pendidikan modern.
Downloads
References
Al-Ghazali, M. (1992). Naẓarāt fī al-Qur’ān. Dār Nahḍah Miṣr.
Ani, S. (2019). Analisis fungsi legenda Telaga Sarangan di Kelurahan Sarangan. Humanis.
Belotto, M. J. (2018). Data analysis methods for qualitative research: Managing the challenges of coding, interrater reliability, and thematic analysis. The Qualitative Report.
Bushiri, & al-Haitami. (2017). Al-‘Umdah fī sharḥ al-Burdah. Dār al-Fatḥ.
Committee on Publication Ethics. (2024). COPE Guidelines on the Use of AI in Research. https://publicationethics.org/ai-guidelines
Dardiri. (2021). Sharḥ al-Kharīdah al-Bahiyyah. Dār al-Bayrūtī.
Eliade, M. (1949). The Myth of the Eternal Return. Princeton University Press.
Elli, N. , Anam, C. , Purwadi, Fithriwati, D. D. , Erlina, L. W. , & Kushartati, S. (2018). Pedoman penulisan proposal dan skripsi S1 metode kualitatif (Revisi 1). Fakultas Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan.
Ghaniem, A. F. , dkk. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD kelas V. Kemendikbudristek.
Jung, C. G. (1959). The Archetypes and the Collective Unconscious (Collected Works, Vol. 9i). Routledge.
Kagaba, A. G. (2024). The role of myth in contemporary storytelling. Eurasian Experiment Journal of Arts and Management.
Kertapradja. (2014). Serat Babad Tanah Jawi. Garudhawaca.
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). Sage Publications.
Kristiani, dkk. (2021). Model Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi. Kemendikbudristek.
Lévi-Strauss, C. (1963). Structural Anthropology. Basic Books.
Malinowski, B. (1948). Magic, Science and Religion and Other Essays. The Free Press.
Miles, M. B. , & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed. ). Sage Publications.
Nurmayasari, dkk. (2016). Seri Pengenalan Budaya Nusantara: Legenda Telaga Sarangan. Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ogden, D. (2013). Dragons, Serpents, and Slayers in the Classical and Early Christian worlds: A sourcebook. Oxford University Press.
Pierotti, R. (2016). The Role of Myth in Understanding Nature. Ethnobiology Letters, 7(2).
Reinhart, C. (Ed. ). (2021). Arkeologi, Sejarah dan Legenda Madiun Raya berdasarkan catatan Lucien Adam (Residen Madiun 1934–1938). KPG.
Remmelink, W. (Ed. ). (2022). Babad Tanah Jawi, the chronicle of Java: The revised prose version of C. F. Winter Sr. Leiden University Press.
Sartini. (2019). Mitos: Eksplorasi Definisi dan Fungsinya dalam Kebudayaan. Humanis, 11(1), 193.
Segal, R. A. (1998). Jung on mythology. Routledge.
Segal, R. A. (2004). Myth: A Very Short Introduction. Oxford University Press.
Sungkowati, dkk. (2011). Antologi cerita Jawa Timur. Balai Penerbit Surabaya.
Tomlinson, C. A. (2001). How to Differentiate Instruction in Mixed-Ability Classrooms. ASCD.
Tomlinson, C. A. (2005). Differentiation in Practice: A Resource Guide for Differentiating Curriculum, grades 9–12. ASCD.